Pemilu merupakan ajang demokrasi terakbar di seantero negeri ini. Tak ayal jika pesta demokrasi 5 tahunan ini menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan mulai dari kalangan bawah yang menanti amplop-amplop berisi rupiah sampai dengan kalangan atas yang menanti jabatan tertinggi. Pesta ini menjadi semakin meriah saat rakyat diizinkan untuk memilih sendiri pemimpin-pemimpin di daerahnya melalui [...]
Arsip untuk April, 2008
Mahasiswa dan Pesta Demokrasi
Diposkan dalam Tulisan, Label Tulisan pada April 23, 2008 | 8 Komentar »
Izinkan Aku MengenalMu dan MencintaiMu
Diposkan dalam Tulisan, Label Tulisan pada April 20, 2008 | 1 Komentar »
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal“ (QS AL-Anfal : 2)
Ya Allah. Mengapa Engakau memanggilku, namun tak memanggil hatiku? Panggilan lantang melalui corong-corong tinggi rumahMu terdengar jelas di telingaku, namun tetap tak [...]
Untuk Adikku
Diposkan dalam Puisiku, Label Puisiku pada April 16, 2008 | Leave a Comment »
Kemarilah adik kecilku
akan kuperlihatkan padamu kesedihan
agar kau mengerti arti sebuah kebahagiaan
Mendekatlah adik kecilku
akan kutunjukkan padamu isak tangisan
agar kau memahami arti sebuah senyuman
Duduklah di sini adik kecilku
akan kuceritakan padamu kegagalan-kegagalan
agar kau merasakan kerasnya sebuah perjuangan
Belajarlah adik kecilku
Belajarlah tentang kesedihan, tangisan, dan kegagalan dariku
Karna aku tlah miliki semua itu
smoga memberi pelajaran bagimu
agar tak mengalami hari-hari
sepertiku….
Tersenyumlah
Diposkan dalam Puisiku, Label Puisiku pada April 16, 2008 | Leave a Comment »
Tersenyumlah kawan
hidup ini sudah cukup suram
jalan ini telah terlalu menyedihkan
janganlah kau sertai dengan isak tangisan
Tersenyumlah kawan
mungkin malam ini bulan temaram
bintangpun meredup suram
bias kabut hanya menambah kesedihan
Tersenyumlah kawan
esok pagi kan segera datang
mesQi belum tentu membawa terang
mungkin….
justru kelabu yang akan datang
Tersenyumlah kawan
mesQi kesedihan terus goyahkan pendirianmu
walau sayatan pisau coba lukai hatimu
Tersenyumlah kawan
jangan biarkan guratan kesedihan
menyentuh sinar wajahmu
Menangislah
Diposkan dalam Puisiku, Label Puisiku pada April 16, 2008 | 2 Komentar »
menangislah
saat senyuman tak mampu redakan kesedihan
saat ketegaran telah terruntuhkan
maka menangislah…
biarkan air mata itu mengalir…
biarkan luka itu terkuak…
namun jangan biarkan ia membuat bekas di wajahmu…
menangislah di hadapan-Nya
jika tak seorangpun lagi dapat mengerti
karna hanya Dia lah yg Maha Mengerti…
Menangislah…
tapi ingat…
hanya malam ini…
tak lebih…
karna esok
kau harus ceria kembali…
Untuk membuat dunia lebih berarti…
Untuk Bunda
Diposkan dalam Puisiku, Label Puisiku pada April 16, 2008 | Leave a Comment »
Bunda…
jangan bersedih
aku tau malam ini hatimu gundah
aku tau malam ini kau menangis
tapi jangan biarkan meremukan hatimu…
Bunda…
aku harus pergi
banyak kelokan yang harus kuhadapi
karna jalan di depanku semakin mendaki..
maaf bunda…
kini aku tak bisa kembali
mungQin suatu saat nanti…
Bunda…
maafkan aku…
saat ini…
aku tak bisa membasuh air mata
yang mengalir di pipimu
Bunda…
biarlah doa ini
yang kan jadi penawar luka
di hatimu…
?
Diposkan dalam Puisiku, Label Puisiku pada April 16, 2008 | Leave a Comment »
jika Soekarno muda telah memikirkan tentang kemerdekaan…
lantas apa yg sedang kita pikirkan saat ini kawan…?
kebahagiankah…?
materikah…?
atau mungQn tak sedikitpun terlintas di kepala ini tentang masa depan…
saat pemuda Palestin bertarung dengan ketapelnya…
lantas apa yg kita lawan di sini kawan…?
kemiskinan…?
pengkhianatan…?
atau mungQn kita tlah merasa nyaman dengan keadaan ini…?
Entahlah….
hanya pribadi kita yg mampu menjawabnya…….
dan mencoba merealisasikannya….
Berhenti ?
Diposkan dalam Tulisan, Label Tulisan pada April 16, 2008 | Leave a Comment »
kita tak akan pernah tau langkah mana yang akan membawa kaki kita kepada kematian. hidup ini laksana ladang ranjau di tengah peperangan. kita hanya dapat melangkah dan terus melangkah. berharap bahwa jejak-jejak langkah kita selanjutnya bukanlah langkah yang akan meledakkan tubuh kita dan mengakhiri perjalanan kita. Kita hanyadapat berharap bahwa ayunan-ayunan kaki selanjutnya [...]
Manusia
Diposkan dalam Tulisan, Label Tulisan pada April 16, 2008 | Leave a Comment »
Manusia memang unik….
mereka butuh manusia lain untuk terus berthan hidup…
mereka bermimpi…
dan berusaha mewujudkannya bersama dengan manusia lain yang memiliki mimpi yang sama..
mereka menangis…
bersama dengan manusia yang memiliki kesedihan yang sama…
dan mereka juga bisa tertawa..
bersama dengan manusia yang bahagia lainnya…
namun kadangkala kita harus menangis untuk sahabat Qt saat Qt gembira…
dan terkadang harus pula gembira karna saudara [...]
Senja di Awal April
Diposkan dalam Tulisan, Label Tulisan pada April 7, 2008 | 2 Komentar »
Awan putih beriringan di balik LABTEK kembar. Berselingan dengan birunya langit yang perlahan tergantikan oleh jingga yang semakin nyata dengan menunduknya matahari. Semburan air mancur ‘Indonesia Tenggelam’ nampak membisu di sela pikuknya mahasiswa-mahasiswi yang baru menyelesaikan kuliahnya. Senja itu terasa sangat berbeda dengan senja-senja sebelumnya. Aku merasakan aroma kebebasan di balik putih-kelabunya awan yang beriringan. [...]















