Aku berdoa untuk seorang lelaki yang telah menjadi bagian hidupku
Seorang lelaki yang telah mengajarkanku bagaimana mencintaiMu
Seorang lelaki yang hadir dalam setiap doa setelah shalatku
Seorang lelaki yang meletakkan namaku dalam lantunan doanya untukMu
Seorang lelaki yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuku, Ibu, adik-kakakku, dan untukMu
Seorang lelaki yang selalu menasehatiku untuk membakar kelemahan dan kekuranganku
Seorang lelaki yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi sedihnya
Seorang lelaki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang lelaki yang menjadi pemimpinku di saat aku kehilangan arah
Seorang lelaki yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang lelaki yang selalu mengingatkanku akan mimpi besarku
Seorang lelaki yang menjadi pahlawan dalam keluargaku
Seorang lelaki yang ku ingin untuk mendampingiku menuju JannahMu
Dan aku berdoa untuknya
Berikanlah kekuatan kepadanya untuk melewati cobaanMu, agar ia mampu bangkit tiap kali badai menerpa
Berikanlah ia kehidupan yang mulia, sehingga ia dapat memuliakanMu
Berikanlah ia hati yang senantiasa ikhlas dan kuat menerima amanah-amanahMu
Berikanlah ia dada yang lapang, sehingga ia dapat sabar dalam mendidik anak titipan dari Mu
Berikanlah ia umur yang berkah, sehinga tiap detik waktunya tak sia-sia di mata Mu
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) :”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)
“Apabila seorang anak Adam meninggal dunia, maka amalnnya terputus, kecuali 3 macam, yaitu : harta yang diwakafkan, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)
Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang shaleh, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu.
Amiiinn….

























rese nih tulisannya, saya jadi nangis!
sandi sayang banget sama Ayah ya?
sama Ibu gmn? kok ga’ pernah dibikinin puisi?
Ya iyalah..lha wong bapak saya…
Ttg ibu udah pernah buat ko…
coba ja cari di sni…kalo ga ada berarti tertimbun di blog friendster…
wah san gimana ya keadaan orang tua dikau.
terakhir dulu waktu aku liet yang masih dirumah di kompleks riveria..
wah dulu kan paling kreatif banged yah. satu2 nya warnet yang ada disitu. dan yang buat ayah kau ya.
wah salam ya san. walau mungkin udah lupa.
Doanya bgs, aku minta izin utk mengcopy sbg hadiah ultah papaku yaa..
kalo ayah sm ibu sandi ada ditengah2 laut kmdian keduanya teriak mnta tolong…sp yg sandi tolong dluan????
ayahhh??? apa ibu????
@ Syam
iya sam..lama bgt yah…ntar dh tak salamin
@ Enno
salam ya buat ayahnya…
@ Shinta
saya berdoa supaya mereka gak ngalamin kejadian itu Shin..hehe..