“Mas rokoknya bisa dimatikan?” sahut seorang wanita paruh baya yang tengah memangku anaknya. Alih alih langsung mematikan rokoknya, lelaki yang diajak biacara itu malah semakin menjadi-jadi memainkan kepulan asap si sekeliling wajahnya sambil memasang muka bengis ala mafia Hongkong. Mungkin lelaki ini (atau mungkin penulis) terlalu banyak menonton TV sehingga terinspirasi memasang muka preman, namun sayang tempatnya kurang tepat. Angkutan umum bukanlah tempat yang cocok untuk berperilaku seperti itu. “Depan kiri Pak..!!” ucap Ibu paruh baya itu lagi. Dengan cekatan sopir angkot menerima sinyal untuk segera menepikan kendaraannya, walau mungkin terkadang agak membahayakan pengendara motor di belakangnya. Ibu itu turun , dari rona wajahnya kita bisa tau kalu sebenarnya ini bukan tempat yang ia tuju, sekedar menghindar dampak pasif dari peringatan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan janin”. Segerombolan anak berseragam putih-merah masuk saat Ibu itu tengah menyerahkan beberapa lembar uang ribuan. Selayaknya anak-anak, merekapun membuat kegaduhan di dalam mobil dengan tawa, canda, ledekan, kadang malah makian khas anak-anak. Hal ini tampaknya membuat si preman jengah, “Woii..berisik!!” sentaknya sambil membesarkan bukaan kelopak matanya di tengah asap yang ia timbulkan. Anak-anak itupun terdiam, sembari cengar cengrir menyenggol tamannya sambil berbisik “elu sih..” dan bersahut “ “enak aja, dia tu yg mulai duluan”. Suasana mulai bosan saat anak-anak itu lelah menyalahkan. Namun dalam diam, tiba-tiba tanpa pertanda apapun muncul muncul bau busuk di dalam angkot tersebut yang kita kenal sebagai bau kentut. Sang preman angkot inipun dengan cepat membuka jendela lebar-lebar, tapi apa daya angkot sudah dipenuhi dengan bau kentut yang sangat menyengat dan gerombolan anak-anak saling bertatapan sambil memencet hidung masing-masing tak mau ketahuan disalahkan. “kiri..kiri..kiri..” si preman memberhentikan angkot dengan cepat, tak kuasa menahan mual yang ditimbulkan bau yang ia hirup tersebut. Ternyata penguasa udara selalu dipergilirkan. Dan eng ing eng..jadilah gerombolan anak kecil itu menguasai keseluruhan angkot sambil kembali menyalahkan “elo ya..?” dan disambuat “bukan gua, si ini kali tu diem-diem aja dia”.
Himbauan untuk yang senang merokok di angkot.
Udara yang berada di sekitar anda adalah milik saya juga, jika tidak ingin melakukan perang udara dengan sesama manusia, makan janganlah mengobarkannya di tempat yang tidak semestinya. Asap rokok dan bau kentut itu sama-sama pencemar udara, Cuma bedanya asap rokok itu beracun, kentut nggak beracun. Jadi orang yg ngerokok di tempat umum itu sebenernya lebih parah dari kentut di muka umum.

















nice!
Setuju San,
Ana juga termasuk Pria Anti Rokok..
rokoknya ganti yg kretek. ha ha
ha…ha…ha…ha…ha…ha…ha…ha…ha…ha…ha…ha…
betul-betul pelajaran berharga…
kalau gudang garam 16 gak papa kan?
ahahahaha,,keren niy bud!!
)
klo aq berani mungkin langsung minta matiin atou tak sundutin tuw rokok,,sayangnya keberanianku keknya ga kan nyampe kesana,,klo ga,bisa habis dibabukin