Feeds:
Tulisan
Komentar

Aku yang pernah engkau kuatkan
Aku yang pernah kau bangkitkan
Aku yang pernah kau beri rasa

Saat ku terjaga
Hingga ku terlelap nanti
Selama itu aku akan selalu mengingatmu

Reff:
Kapan lagi kutulis untukmu
Tulisan-tulisan indahku yang dulu
Pernah warnai dunia
Puisi terindah ku hanya untukmu

Mungkinkah kau kan kembali lagi
Menemaniku menulis lagi
Kita arungi bersama
Puisi terindahku hanya untukmu

Doa Untuk Ayah

Aku berdoa untuk seorang lelaki yang telah menjadi bagian hidupku
Seorang lelaki yang telah mengajarkanku bagaimana mencintaiMu
Seorang lelaki yang hadir dalam setiap doa setelah shalatku
Seorang lelaki yang meletakkan namaku dalam lantunan doanya untukMu
Seorang lelaki yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuku, Ibu, adik-kakakku, dan untukMu
Seorang lelaki yang selalu menasehatiku untuk membakar kelemahan dan kekuranganku
Seorang lelaki yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi sedihnya
Seorang lelaki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang lelaki yang menjadi pemimpinku di saat aku kehilangan arah
Seorang lelaki yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang lelaki yang selalu mengingatkanku akan mimpi besarku
Seorang lelaki yang menjadi pahlawan dalam keluargaku
Seorang lelaki yang ku ingin untuk mendampingiku menuju JannahMu
Dan aku berdoa untuknya
Berikanlah kekuatan kepadanya untuk melewati cobaanMu, agar ia mampu bangkit tiap kali badai menerpa
Berikanlah ia kehidupan yang mulia, sehingga ia dapat memuliakanMu
Berikanlah ia hati yang senantiasa ikhlas dan kuat menerima amanah-amanahMu
Berikanlah ia dada yang lapang, sehingga ia dapat sabar dalam mendidik anak titipan dari Mu
Berikanlah ia umur yang berkah, sehinga tiap detik waktunya tak sia-sia di mata Mu

“Allah  tidak  membebani  seseorang  melainkan  sesuai  dengan  kesanggupannya.  Ia mendapat  pahala  (dari  kebajikan)  yang  diusahakannya  dan  ia  mendapat  siksa  (dari kejahatan)  yang  dikerjakannya.  (Mereka  berdoa)  :”Ya  Tuhan  kami,  janganlah  Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)

“Apabila  seorang  anak  Adam  meninggal  dunia,  maka  amalnnya  terputus,  kecuali  3 macam,  yaitu  : harta  yang  diwakafkan,  ilmu  yang bermanfaat, atau anak  shaleh  yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)

Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang shaleh, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu.

Amiiinn….

pernah ku simpan jauh rasa ini
berdua jalani cerita
kau ciptakan mimpiku
jujur ku hanya sesalkan diriku

kau tinggalkan mimpiku
dan itu hanya sesalkan diriku

ku harus lepaskanmu
melupakan senyummu
semua tentangmu, tentangku, hanya harap
jauh, ku jauh, mimpiku dng inginku

ku harus lepaskanmu
melupakan senyummu
semua tentangmu, tentangku, hanya harap
semua tentangmu, tentangku, hanya harap
jauh, ku jauh, mimpiku dng inginku

semua tentangmu, tentangku, hanya harap
jauh, ku jauh, mimpiku dng inginku

jauh mimpiku dengan inginku

jalan menuju pelangiLangit bak menunduk di hadapan bukit-bukit yang disapu awan tipis, matahari mulai kehilangan cahayanya dan hanya menyisakan spectrum jingga yang mengisi kelabunya langit sore di Jalaksana-Kuningan. Jari-jari sepeda terus berputar dengan laju meski tanpa kayuhan, mengarungi jalan yang awalnya dilalui dengan perlahan. Melihat jalan yang mulai jarang dilalui kendaraan, kulepaskan pegangan kemudi sepeda dan membuka lebar kedua tanganku sambil merasakan angin yang perlahan mulai terasa dingin memasuki bulu romaku. Bulan tampak indah meskipun hanya sebagian, elok memendarkan sinarnya dari balik kelabunya awan. Sesekali kupejamkan mata sejenak sambil meresapi indahnya masih diberi kesempatan untuk melalui semua ini dan “tes”. Sebulir air jatuh dari langit disusul dengan ribuan lainnya yang perlahan jatuh membasahi bumi dan wajahku. Dan akhirnya rintik gerimis, putaran roda, dan cahaya bulan, menyatu bersama senyuman seorang pria yang melaju kencang di atas sepeda hitam mencoba untuk terus mencari pelajaran dari sebuah perjalanan.

3324866855_514be1cf91_mBis Bandung-Cirebon mulai melaju dengan kecepatan sedang menembus jalan lantaran banyak kendaraan lain yang semakin padat mengisi jalan-jalan menuju kota Bandung. Sepeda hitamku pun bergoyang harmonik di dalam Bis, menari-nari beraturan mengikuti kelokan jalan raya yang dilaluinya, tampak berusaha menikmati perjalanan yang akan dilaluinya. Aku tentunya tak ingin kalah, kucoba untuk sedikit demi sedikit meredupkan cahaya mata, agar cepat terlempar menuju dunia mimpi sambil menikmati pemandangan dari kaca belakang.

“Duk..” kepalaku terbentur kaca bis, menyadarkanku dari kantuk yang baru hinggap. Kucoba lihat sekitarku, pemandangan ruko-ruko pinggiran Bandung trelah berubah total, menjelma menjadi jurang yang dalam di kanan dan tebing tinggi di kiri. Bis tak terlihat menurunkan lajunya, malah terasa tambah laju dan bergoyang di kelokan-kelokan. Jalan Cadas Pangeran tampak begitu kokoh berdiri di atas batuan gunung. Jalan sepanjang 3 km ini hanyalah bagian kecil dari 1000 km megaproyek Anyer-Panarukan milik Daendels, namun memakan korban hampir setengah (lebih dari 5000 jiwa) dari korban kerja rodi. Bis masih meliuk liuk dengan tajam di selingi dengan rem mendadak karena di balik tikungan ternyata ada bis lain yang juga melaju dengan kecepatan tinggi menyalip kendaraan di depannya. Para penumpang tampak waspada, tak ingin memalingkan sedetikpun pandangannya dari depan jalan. Beberapa bahkan ada yang hampir berteriak jika tidak segera menutup mulutnya dengan tangan. Sepertinya supir bis Bandung-Cirebon nantinya banyak yang akan masuk surga, bagaimana tidak, setiap melewati kawasan Cadas Pangeran mereka membuat sebagian penumpangnya ingat akan mati dan berdoa kepada Allah.

Cirebon tampak begitu terik, matahari sudah hampir tergelincir dari titik puncaknya meninggalkan embun pagi yang telah lama menguap. Bersatu di angkasa menjadi segerombolan awan yang berarak mengisi sudut, sudut bumi. Kukayuh sepedaku menuju ke selatan kota Cirebon. Ternyata tak sulit untuk menemukan arah arah jalan menuju kuningan, aku hanya melaju lurus dan mengikuti papan penunjuk arah berwarna hijau di pinggir jalan maka dengan kurang lebih 30 menit saja kita telah berada di jalur –Cirebon-Kuningan. Pemandangan di awal lajur ini cukup indah, sisi kiri dan kanan jalan hanyalah hamparan hijau yang cukup asri, hanya saja entah kenapa jalur yang kulewati dari tadi terus mendaki tanpa satupun jalan datar, apalagi jalan menurun.

Dua jam lebih sudah aku mengayuh, tubuhku sudah basah akan keringat. Siang seakan tak mau sedikit berkompromi, matahari terasa tambah terik dan gerombolan awan tak ada yang mau menghalangi cahayanya sejenak untukku. Karena merasa letih, akhirnya kuputuskan untuk sejenak beristirahat di bawah pohon rindang di sisi kiri jalan. Kedua kaki kuluruskan sambil menenggak air mineral dari botol 1,5 l. Mataku liar, menatap sisi lain jalan raya. Menerawang jauh. Menatap hijau pekarangan padi, dan tebu yang terlihat terkotak-kotak bergantian mengisi hamparan hijau di depan mata. Tubuhku terasa lemas, seakan tidak ingin lagi melanjutkan perjalanan. Beginilah manusia, seringkali berapi-api menentukan tujuan, namun saat menemui rintangan di tengah perjalanan kadang menyesal telah memilih. Tapi bagiku saat telah menetapkan arah tujuan, saat telah memilih sesuatu yang diyakini, maka tak ada alasan untuk kembali. Apapun alasannya tetap tak ada alasan untuk kembali.

Setelah lelah sedikit terobati oleh pemandangan sekitar, perjalanan akhirnya dilanjutkan kembali. Apalagi ditambah tenaga yang baru didapat saat beristirahat di pesantren Al-Muttaqin, rasanya perjalanan 24 jam bisa diarungi tanpa henti (asalkan tidak ada dakian.haha..). Perkebunan tebu dan sawah masih terus bergantian mengisi sisi kiri kanan jalan meski jalan menurun belum juga tampak, awan kelabu tipis mulai bergerak menghalangi matahari yang menunjukkan pertanda hujan akan segera turun sedikit member keringanan. Lelah yang mulai timbul tenggelam kuobati dengan menenteng sepeda sambil menyampaikan senyum ke penduduk sekitar.

Alhamdulillah kini pemukiman penduduk mulai terlihat ramai, akhirnya kuberanikan diri untuk bertanya ke salah seorang ibu yang kebetulan sedang menyendiri di depan rumahnya. “Bu Punten, kalo ke Jalaksana masih jauh gak ya?” tanyaku sambil menyunggingkan senyuman ke arahnya. Dengan tatapan yang antusias wanita paruh baya tersebut menunjukkan arahnya “Oh ke sana aja dek luruss, masih jauuuh ko”. Waduh celaka pikirku. Orang sunda itu sulit dipercaya jika ditanya soal jarak. Saat mereka bilang dekat saja itu berarti masih jauh, apa lagi mereka bilang jauh plus di tambah 3 harokat di huruf “u”. Dengan sedikit agak menyesal karena telah bertanya ku kayuh kembali roda sepeda melewati jalan yang masih juga mendaki. Sempat terpikir untuk menitipkan sepeda ke DPC PKS setempat (karna di pinggir jalan) lantas melanjutkan dengan kendaraan umum, namun segera kusingkirkan pikiran itu dan kembali mengarungi jalan penuh dakian ini.

Pukul 16.30 akhirnya sampailah aku didepan gerbang pesantren Husnul Khotimah. Disambut dengan 2 orang satpam yang Nampak sedang sibuk melayani absen siswanya. Sambil terengah-engah lantaran mengarungi dakian akupun meminta izin untuk duduk terlebih dahulu sambil kembali mengambilb air dari botol mineral 1,5 l ku. “Pak saya mau daftar buat jadi santri masih bias ya pak?”, tanyaku sablil mengatur pola nafas yang mulai kembali berirama. “wah jam segini mah udah tutup dek, besok pagi ja balik lagi, emang dari mana..?” jawab salah seorang satpam bertubuh tegap. Tanpa pikir panjang akupun tersenyum sambil sedikit tercengang saat mendengar kata kembali “lagi besok”. Dengan sedikit kecewa akupun menjawab “dari Bandung pak”. Serentak kedua satpam itu tersenyum menahan tawa sambil melirik ke arah sepedaku. Namun akhirnya dengan sedikit diplomasi akhirnya aku diantarkan menuju kantor pendaftaran dan diperbolehkan untuk mendaftar meskipun sebenarnya pendaftaran telah tutup semenjak pukul 15.00. “Makasih ya Pak” ucapku sambil mengayuh sepeda kembali untuk pulang

osornoKabut perlahan mulai pergi meninggalkan embun yang menggelayut malas di dahan-dahan pepohonan. Awan putih beriringan membuat barisan teratur di birunya langit pagi hari. Aku bersyukur masih diberi kesempata merasakan sejuknya Bandung pagi ini meskipun polusi perlahan mulai menggerogotinya. Andai hari ini tak ada acara, mungkin aku sudah menghabiskan pagi di bukit memandang petak-petak rumah yang tak teratur sambil membaca dan merenungi kalamNya. Namun godaan itu segera kutepiskan dari anganku karena hari ini aku telah berencana untuk berangkat ke Husnul Khotimah untuk mendaftarkan adikku ke sana.

Air mineral 1500 L telah tersedia dalam tas gendongku, tak lupa foto, formulir, beserta administrasi pendaftaran lainnya juga telah masuk ke dalamnya. Sepeda gunung hitam milik teman di asrama juga telah terparkir rapih di depan asrama. Sepeda?. Ya, perjalanan kali ini akan ditempuh menggunakan sepeda. Tentu saja tidak murni 100% Bandung-Kuningan, cukup Cirebon-Kuningan saja untuk mengawali perjalanan pertamaku menggunakan sepeda. Cirebon-Kuningan berjarak 37 kilometer, mungkin tak berbeda jauh dengan jarak Cikande-Serang (dari rumah ke sekolah) sehingga dengan waktu maksimal 2 jam kurasa cukup untuk mencapainya.

Bismillahirrahmanirrahim…Pukul 08.00 perjalanan di mulai. Goesan pertama terasa begitu tenang, di bantu dengan turunan jalan Cisitu dan Dipati Ukur yang menambah laju sepeda membuat kakiku tak perlu bersusah payah untuk mengayuh. Jalan-jalan di bandung mulai padat, mungkin karena hari ini adalah akhir minggu, sehingga cukup banyak mobil-mobil ber plat B berseliweran di mana-mana. Perjalanan menuju terminal Cicaheum tak begitu sulit untuk ditempuh, hanya saja rem yang sedikit blong membuatku sedikit khawatir jikalau nantinya banyak turunan.

Sesampainya di terminal Cicaheum mataku liar mencari bis menuju Cirebon, segera ku arahkan sepeda menuju ke sana, mengangkat dan memarkirkannya ke dalam bus. Bus masih cukup kosong sehingga ada waktu bagiku untuk memperhatikan keadaan sekitar sambil berkomunikasi dengan orang-orang sekitar (kaya caleg bgt yah). Ada pelajaran menarik dari salah satu perbincanganku dengan mamang penjual dodol (lupa nanya namanya euy, pokoke SKSD aja). Pria kelahiran tahun 1959 itu mengaku masih ada hubungan saudara dengan Bpk Suharna Surapranata (Caleg DPR-RI PKS). “Pak Suharna itu walaupun politisi tapi dia termasuk yang bersih loh Dek” ujarnya dengan semangat, hingga pada akhirnya ditutup dengan kalimat “kalo bisa mah semua anak ITB milihnya yang bersih kaya dia juga biar bias lebih peduli sama nasib rakyat”. “Sudah ada kata bersih dan peduli, tinggal kata profesionalnya aja yang belom di ucapin nih” batinku dalam hati.

(bersambung…..)

Matahari belum lama meninggi, namun sudah cukup untuk hangatkan ibu kota Jawa Barat ini. Mahasiswa-mahasiswi sudah hiruk pikuk dalam aktivitasnya masing-masing, meraih mimpi-mimpi yang di canangkan kian tinggi untuk negeri. Semua cita-cita rasanya bisa dicapai di sini. Tak ada yang yang mustahil. Mulai dari Presiden RI, pengusaha, sampai dengan politisi sepertinya cukup dekat jika diraih melewati bangku universitas. Namun agaknya cita-cita tersebut tidak bisa dimiliki oleh semua anak negeri.

Reza dan Rahmat adalah contoh kecil dari ketidakmerataan kesempatan pendidikan di Indonesia. Kakak beradik yang masing-masing menginjak kelas 3 dan 4 SD itu harus meninggalkan pendidikannya di sekolah dasar karena ketidakmampuan ekonomi orang tua mereka untuk menanggung biaya pendidikan. Tiap paginya mereka harus berkeliling sambil memanggul karung bekas untuk diisi dengan pelbagai barang rongsokan seperti plastic, kardus, dan besi-besian. Jangankan untuk membiayai kebutuhan pendidikan seperti buku, tas, dll, untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari saja keluarga mereka harus mencukupkan diri dengan ± Rp. 50.000/3 hari, itupun jika hasil rongsokan yang didapat cukup banyak. Mungkin sekarang beban pembiayaan pendidikan telah sedikit terobati dengan adanya bantuan operasional sekolah (BOS), namun pada kenyataannya biaya pendidikan masih cukup besar untuk sebagian kalangan seperti keluarga Reza dan Rahmat. Ditambah lagi program SSN (Sekolah Berstandar Nasional) yang mewajibkan setiap kelas untuk hanya menampung kurang dari 30 siswa seolah membenturkan antara kesempatan dengan kualitas pendidikan. Pilihan lain untuk mendapatkan pendidikan tentunya beralih ke sekolah swasta yang cukup murah, namun tetap saja dibandingkan sekolah negeri biaya di sekolah swasta cukup untuk membuat keluarga mereka mengencangkan ikat pinggangnya.

Tentunya dengan banyaknya hambatan dalam pemerataan kesempatan pendidikan di negeri ini tidak boleh membuat kita surut untuk memperbaikinya. Pendidikan di Indonesia membutuhkan peran aktif masyarakat yang sadar dan peduli akan pentingnya pendidikan untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan dan kuantitas kesempatan pendidikan. Karna dengan menjunjung tinggi pendidikan berarti kita telah menjadi air dalam gelombang perubahan Indonesia menjadi lebih baik.

Kini Reza dan Rahmat telah melanjutkan pendidikannya di bangku Sekolah Dasar Al-Falah Bandung atas bantuan dari Program Anak Bangsa. Semoga kedepannya semakin banyak masyarakat yang turut andil dalam membantu anak-anak negeri untuk mewujudkan cita-citanya.

sandi

Tersenyumlah adik-adikku…

Harapan itu masih ada…

Untuk Wanitaku

Wanitaku…
Mungkin aku belum mengenal dirimu
Tapi aku tahu kau ada untukku
Dan aku ada untukmu

Wanitaku…
Aku tak tau di mana engkau,
Siapa engkau,
Seperti apa engkau,
Sedang apa engkau,
Tapi aku berjanji akan mencintaimu apa adanya

Wanitaku…
Mungkin engkau temanku
Atau mungkin kita sama sekali belum pernah bertemu.
Tapi aku yakin kau mengenaliku
Dari isyarat yang diberikan melalui istikharahmu

Wanitaku…
Jangan pernah menungguku
Aku tak ingin saat ini ada benih itu di hatimu
Bahkan saat ini aku tak ingin ada namaku di hatimu

Wanitaku…
Izinkan saat ini aku tidak memikirkan tentang dirimu
Karana ada saatnya nanti aku akan memikirkanmu
Dan kau akan berfikir tentang diriku

[nulis ini di tengah banyak info ttg pernikahan temen-temen]
Buat temen-temen yang lain : Ga usa di ambil pusing orang yg nanyain “Antum kapan?”, insya Allah semua itu ada waktunya..
^_^

Good Night

When I need you
I just close my eyes and I’m with you
And all that I so want to give you
It’s only a heart beat away

When I need love
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day

Miles and miles of empty space in
Between us
A telephone can’t take the place of your
Smile
But you know I wont be traveling
Forever
It’s cold out, but hold out and do like I do

When I need you
I just close my eyes and I’m with you
And all that I so want to give you babe
It’s only a heartbeat away

It’s not easy when the road is your driver
Honey, that’s a heavy load that we bear
But you know I wont be traveling a
Lifetime
It’s cold out but hold out and do like I do
Oh I need you

When I need love
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day

When I need you
I just close my eyes and I’m with you
And all that I so want to give you
It’s only a heart beat away

I Will close my eye

And I will be with you…

Good Night…. ^_^

[didapatkan dari seorang kawan yang ingin menunjukkan bahwa kawannya mengirim lagu ini]

lagu yg bagus….

bintang_timur_3

Tagged

Semalem ditodong Sali untuk baca blognya. kirain teh ada apaan. Ternyata malah d kasi PR. Tapi ndak papa lah, sekalian ngisi waktu pas lagi lieur miirin tulisan.

Okay, here’s the rule : Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.
::the age of next birthday::
1_465615035l

Banyak orang bilang. San ga kerasa ya udah 22, ato san ga kerasa ya dah taun ke 4. Apanya yg ga kerasa, kerasa banget tau. Minimal kerasa tambah tua lah.

::place i’d like to travel::
bunaken-mapbunaken2gili_islands_lombokblue-mosque

huhu..
sebenernya banyak bgt tmpat yg pengen d kunjungin. Gambar 1 n 2 itu Bunaken, mantab bggt tu kayanya. Gambar 3 Gili Island, Lombok. Nampaknya saya lebih suka dengan pemandangan dalam negeri di banduingkan luar negeri. Namun berhubung masih jaman2nya mahasiswa, jadi masih terkena “pocked warning”, sehingga blom sepet k sana. Yah mungkin ntar pas bulan madu bisa backpacking k sana (masih lama ya). Nah gmbar ke 4 itu Blue Mosque, Turki. Kelihatan begitu nyaman.

::a favourite place(s)::

bg11 Asramaku, rumahku. Indah sekali saat merenung balkon lt.4 asrama Bumi Ganesha.

bukitbintangdagopakar1Biasanya kalo lg sedih suka sendirian ke dago pakar, menjernihkan pikiran. Padahal kalo malem indah bgt, sayang bnyk orang pacaran, jd hilang feelnya. Enakan datengnya pas pagi or sore.

::a favourite food(s)::

p23-rawon-bsayurlabusiamSayur rawon dan Labu siam. Em..sbenernya Sandi termasuk sebagai makhluk pemakan segala, jadi kebanyakan masakan tradisional Indonesia doyan. Yah lumayan lah jd ga repot kalo milih pasangan, mau jawa, sunda, padang, kalimantan, sulawesi, irian, yg penting bisa masak(ko jd lari ke sini?).

::a hobby:: 

backpacker11180099706_adjieteddybearsaya suka bekpeking (baca : backpacking), merenung melihat hujan, ataupun berada di bawah hujan. Karna dari nperjalanan kita bisa memahami hal2 yang tidak bisa kita dapatkan di tempat kita.

::nickname i had::

guitarPhuhh..susah betul nyari nama sayah…Ya udah dech ini ajah.”Call me Sandi, hello SpongeBob..”

::a favourite color(s)::

img_big1Yooopzz…biru muda.

::college major::
logo_phpbbTeknik Kimia ITB.."Ch...Ch..ChE..!!"
::a favourite thing::

st-dupont-fountain-pen-usb-keyTinta ulama lebih baik dari pada darah syuhada.

::a bad habit::

bangun-telatkata orang yg bener tu “tidur lebih cepat, bangun lebih awal” tapi saya mah kebalikannya. “Tidur lebih lambat, bangun juga telat” haha..

::my wish list::

freeimages.co.uk workplace imagespengen jadi penulis.


Phuh..

akhirnya selese jg..

nah sekarang tiba waktunya untuk korban selanjutnya adalah,,,enging eng…

1. Darma eka

2. Ami

3. Benny

4. Fitra

5. Imas

6. Midun UNPAD

7. Icha

hayo2..di tunggu ya kabarnya..




« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »