Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2008

Mahasiswa dan Pesta Demokrasi

Pemilu merupakan ajang demokrasi terakbar di seantero negeri ini. Tak ayal jika pesta demokrasi 5 tahunan ini menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan mulai dari kalangan bawah yang menanti amplop-amplop berisi rupiah sampai dengan kalangan atas yang menanti jabatan tertinggi. Pesta ini menjadi semakin meriah saat rakyat diizinkan untuk memilih sendiri pemimpin-pemimpin di daerahnya melalui PILKADA. Dengan adanya pemilu ini diharapkan dapat terpilih pemimpin yang mampu melakukan perubahan yang lebih baik bagi daerahnya.

Mungkin saat kita mendengar kata ‘perubahan’ maka kepala kita menjadi teringat akan peran mahasiswa sebagai “Agent of Change”. Namun ironisnya saat ini banyak mahasiswa yang tak lagi paham akan peran, fungsi, serta posisinya sebagai mahasiswa. Sebagian mahasiswa kini hanya terpaku hanya pada IPK besar, lulus cepat, dan berakhir dengan gaji besar di perusahaan asing. Kebanyakan tak lagi sempat untuk mendengarkan tangisan anak jalanan, memperhatikan lamunan anak kelaparan, ataupun memikirkan Indonesia kedepan. Mahasiswa kini seakan menjadi sebuah menara gading yang sangat tinggi dan tak mampu diraih oleh masyarakat sekitarnya. Coba saja anda survei di kampus anda, saya yakin hanya beberapa gelintir kepala yang tahu nama ketua RT di tempat ia tinggal.

Karena telah jauhnya kebanyakan mahasiswa dari harapan yang dibayangkan oleh masyarakat, maka saat ini masyarakat menggantungkan dirinya pada pemimpin-pemimpin yang dicetak melalui momen PILKADA. Pertanyaan yang menarik dari sini adalah “apakah mahasiswa mengambil peran dalam momen perubahan itu?”. Mari sejenak kita tengok pemilu di sekeliling mahasiswa. Pemilu di ITB misalnya, tentunya relativ lebih mudah dibandingkan dengan pemilu di Jabar. Selain pemilihnya yang dapat dianggap sudah pintar karena telah berada di strata pendidikan yang tinggi, cakupan daerahnya pun tak sebesar satu kecamatan di Kota Bandung. Namun apa yang terjadi?. Pemilu di ITB hanya diikuti oleh 50,89% mahasiswa. Cukup signifikan jika kita bandingkan dengan PILKADA Jabar yang partisipasinya mencapai lebih dari 60 %. Apakah angka tersebut menunjukkan ketidakpedulian mahasiswa terhadap masyarakatnya?. Mari sekali lagi kita mengambil sample pada PILKADA Jabar di lingkungan sekitar mahasiswa. Di TPS yang saya jaga misalnya, saat waktu telah menunjukkan pukul 12.00 (1 jam sebelum penutupan) total orang yang telah menggunakan hak pilihnya adalah sekitar 330 dari 448 orang (±75%) yang terdaftar di DPT. Pada saat itu saya mencoba melihat DPT yang dimiliki oleh KPPS. Sangat mencengangkan. Sebagian besar orang yang tidak menggunakan hak pilihnya adalah mahasiswa. dari sekitar 70 orang mahasiswa yang terdaftar di DPT baru sekitar 30 orang yang telah menggunakan hak pilihnya. Bahkan seorang Ibu yang mengantarkan konsumsi untuk panitia sempat berkata “Seharusnya mahasiswa itu bisa jadi penggerak buat yang lain dong, jangan cuma majunya pas demo-demo aja, pas pemilu kaya gini malah banyak yang ga milih”. Hati mahasiswa mana yang tidak teriris mendengar kalimat tersebut mendengung di telinganya, begitu juga dengan aku yang hanya mampu memberikan jawaban melalui kata ‘maaf’ sembari menundukkan wajah. Kecewa? tentu saja. Kemana mahasiswa yang menjadi penggerak saat reformasi bergulir?kemana perginya mahasiswa yang ‘katanya’ menjadi “Agent of Change”?mungkinkah itu hanya menjadi semboyan yang bahkan hanya sebagian mahasiswa saja yang tahu dan lebih sedikit lagi yang paham.

Read Full Post »

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal“ (QS AL-Anfal : 2)

Ya Allah. Mengapa Engakau memanggilku, namun tak memanggil hatiku? Panggilan lantang melalui corong-corong tinggi rumahMu terdengar jelas di telingaku, namun tetap tak menggerakkan jiwaku. Lantunan ayat-ayat indahMu terdengar syahdu di kepalaku, namun kenapa tak jua bisa menggetarkan hatiku. Ya Rabb. Sungguh aku ingin mengenal-Mu seperti orang-orang sebelumku yang telah Kau beri petujuk. Orang yang ketika mendengarkan panggilanMU maka bergetarlah jiwanya. Orang yang ketika mendengar manusia lain mencelaMu maka terbakarlah hatinya. Ya Allah. begitu kotorkah hati dan pikiranku ?sehingga tak mampu kupahami dan kuamalkan ayat-ayatMu. Begitu banyakkah dosa-dosaku ?hingga tak mampu kueja nikmatMu. Ya Allah. Mereka bilang “selangkah ku dekat padaMu, seribu langkah Engkau datang padaku” namun begitu jauhkah aku dariMu ?hingga saat ini aku belum benar-benar mengenalMU, apalagi mencintaiMu. Aku lebih mencintai makhlukMu, padahal aku tahu semuanya hanya sementara. Ya Allah. Keluarkanlah cintaku terhadap duniaMU dari hatiku, agar aku mampu mencintaiMu dengan sepenuh hatiku melebihi cintaku kepada ciptaanMu. Ya Allah. Betapa inginnya aku mengenalMu, mencintaiMU, dan merindukan RasulMu. Betapa inginnya aku larut dalam lantunan ayat-ayatMU, bersyukur atas bermilyar nikmatMu, dan menangis di hadapanMu dalam shalat malamku. Ya Allah. Engkau adalah yang Maha Agung meskipun aku tak mengagungkanMu. Engkaulah yang Maha Melihat meskipun aku tak mampu melihatMu. Aku berserah diri kepadamu dari segala yang menghalangiku padaMu, sesungguhnya Engkau lebih mengetahui hamba-hamba yang telah berusaha mencari petunjukMu.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah : 186)

Read Full Post »

Untuk Adikku

Kemarilah adik kecilku
akan kuperlihatkan padamu kesedihan
agar kau mengerti arti sebuah kebahagiaan

Mendekatlah adik kecilku
akan kutunjukkan padamu isak tangisan
agar kau memahami arti sebuah senyuman

Duduklah di sini adik kecilku
akan kuceritakan padamu kegagalan-kegagalan
agar kau merasakan kerasnya sebuah perjuangan

Belajarlah adik kecilku
Belajarlah tentang kesedihan, tangisan, dan kegagalan dariku
Karna aku tlah miliki semua itu
smoga memberi pelajaran bagimu
agar tak mengalami hari-hari
sepertiku….

Read Full Post »

Tersenyumlah

Tersenyumlah kawan
hidup ini sudah cukup suram
jalan ini telah terlalu menyedihkan
janganlah kau sertai dengan isak tangisan

Tersenyumlah kawan
mungkin malam ini bulan temaram
bintangpun meredup suram
bias kabut hanya menambah kesedihan

Tersenyumlah kawan
esok pagi kan segera datang
mesQi belum tentu membawa terang
mungkin….
justru kelabu yang akan datang

Tersenyumlah kawan
mesQi kesedihan terus goyahkan pendirianmu
walau sayatan pisau coba lukai hatimu

Tersenyumlah kawan
jangan biarkan guratan kesedihan
menyentuh sinar wajahmu

Read Full Post »

Menangislah

menangislah
saat senyuman tak mampu redakan kesedihan
saat ketegaran telah terruntuhkan
maka menangislah…
biarkan air mata itu mengalir…
biarkan luka itu terkuak…
namun jangan biarkan ia membuat bekas di wajahmu…
menangislah di hadapan-Nya
jika tak seorangpun lagi dapat mengerti
karna hanya Dia lah yg Maha Mengerti…
Menangislah…
tapi ingat…
hanya malam ini…
tak lebih…
karna esok
kau harus ceria kembali…
Untuk membuat dunia lebih berarti…

Read Full Post »

Untuk Bunda

Bunda…
jangan bersedih
aku tau malam ini hatimu gundah
aku tau malam ini kau menangis
tapi jangan biarkan meremukan hatimu…
Bunda…
aku harus pergi
banyak kelokan yang harus kuhadapi
karna jalan di depanku semakin mendaki..
maaf bunda…
kini aku tak bisa kembali
mungQin suatu saat nanti…
Bunda…
maafkan aku…
saat ini…
aku tak bisa membasuh air mata
yang mengalir di pipimu
Bunda…
biarlah doa ini
yang kan jadi penawar luka
di hatimu…

Read Full Post »

?

jika Soekarno muda telah memikirkan tentang kemerdekaan…
lantas apa yg sedang kita pikirkan saat ini kawan…?
kebahagiankah…?
materikah…?
atau mungQn tak sedikitpun terlintas di kepala ini tentang masa depan…
saat pemuda Palestin bertarung dengan ketapelnya…
lantas apa yg kita lawan di sini kawan…?
kemiskinan…?
pengkhianatan…?
atau mungQn kita tlah merasa nyaman dengan keadaan ini…?
Entahlah….
hanya pribadi kita yg mampu menjawabnya…….
dan mencoba merealisasikannya….

Read Full Post »

Older Posts »