Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Puisiku’

Renungan

Ya Allah,

Mengapa Engkau memberikanku bayang-bayang keberhasilan

Lantas, menghempaskannya  saat ia tepat di depan mataku

Aku mengerti,

Engkaulah yang berkuasa atas segala Rahmat Mu

Engkau berhak memberikan karunia

kepada orang yang Engkau kehendaki

Tapi mengapa, seolah tak ada jalan untukku?

Mungkinkah Engkau ingin menunjukkan sesuatu kepadaku?

Ataukah Engkau ingin memberikanku di jalan lain?

Atau mungkin Engkau ingin memberikan pelajaran untukku

Sungguh, Engkaulah sebaik-baik pemberi pelajaran bagiku

Engkau mengerti mana jalan terbaik untukku

Ya Rabb,

Mungkinkah aku sombong

Tak selalu menangis di depanmu

Malah tersenyum dengan silih bergantinya masalah ini

Padahal aku tau Engkaulah sebaik-baik tempat mengadu

Ya Rabb, aku lemah di hadapanMu

Dan mungkin lebih lemah dari yang aku rasakan

Aku berserah diri

Atas semua kehendakMu

Dibalik semua ikhtiarku…

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allahkepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (At-Thalaq-7)

Read Full Post »

Karna Aku Hujan

Aku adalah hujan
Selalu sembunyikan sinar mentari di belakangku
Namun Tak selalu hadirkan keindahan pelangi di matamu
Terkadang malah hanya menambah panjang waktu lamunanmu

Kawan aku akan pergi..
Karna esok kemarau kan kembali
Dan aku tau kau pasti merindukan hangat matahari
Tanpa ada sesuatu apapun yang menghalangi

Aku hanyalah sekedar hujan
Tak selalu bernyanyi merdu di telingamu
Tak setiap waktu bisa melarutkan air matamu
Tak bisa lagi menyembunyikan tangis di balik senyummu

Mungkin aku akan merindukanmu..
Merindukan saat tanganmu menengadah
menarikan kelima jarimu dengan rintik-rintik kecilku
Atau saat kakimu memainkan genangan air di perjalananmu

Kawan..
Pergilah bersama mentari pagi yang esok menyapamu
Karna kini aku tak kan lagi membasahimu
Tak lagi menyapamu….
Karna aku tak ingin rintikku menghalangi jalanmu
karna aku hanyalah hujan..

Read Full Post »

[Untuk seorang wanita, dengan 20 mawar di tangannya]

Dua puluh satu mawar,

Semoga menjadi tanda ketulusanku padanya

Seorang wanita yang tetap setia

menungguku di sana..

Lima tangkai kuberikan pada peri mimpi

Agar ia selalu hadirkan dirinya

Di setiap malamku

Dalam mimpi indahku

Lima tangkai kuberikan pada ratu khayalan

Agar khalayanku tak lekang

Dari wajahnya

Dengan senyum manisnya

Lima tangkai kuberikan pada dewi cinta

Agar ia arahkan busur cinta

Yang tertera namaku

Ke dadanya

Lima tangkai

Kutancapkan di hatiku

Agar hatiku tak dibawa lari

Oleh wanita selain nya..

Dan…, satu tangkai terakhir

Biarlah aku yang simpan

Untuk kupersembahkan padanya

Suatu saat nanti.

Read Full Post »

Tentang Hujan

Hujan…Masihkah kau rindukan aku..?. Rindu seperti saat aku memandangmu sambil memberikan senyum tulusku. Rindu saat menemaniku berjalan sambil mendengarkan dirimu ber irama indah di balik tudung jaket hitamku. Rindu saat kucium dan kunikmati aroma wangimu ketika pertama kali menumbuk bumi yang kerontang.

Hujan…Terima kasih. Sore ini kau berkenan menemaniku lagi. Menghiburku dengan cerita tentang perjalananmu saat pergi meninggalkan garam di lautan, menguap perlahan namun pasti, bergerumul menjadi awan di angkasa, berkelana ke penjuru dunia bersama angin, hingga akhirnya tiba dihadapanku membawa hawa sejuk yang menentramkan hati dan jiwaku.

Hujan…Aku ingin bercerita..Saat ini aku sedang merindu..rindu akan purnama yang mengingatkanku pada senyumnya. Aku rindu senja yang menggambarkan wajahnya. Aku rindu engkau yang terasa begitu meneduhkan seperti cintanya. Rindu..sepanjang hari..sepanjang waktu…

[Mengamati teduhnya hujan sore sambil menikmati sepotong roti dan segelas susu coklat hangat]

Read Full Post »

Satu Bintang

Ribuan bintang terlihat begitu gemerlap di langitMu

Mengapa tak Kau tunjukkan sedari dulu?

Apa mungkin  langit tempatku berpijak kini

Tak sama dengan langit yang Engkau hamparkan di sana?

Atau bumi tempatku berpijak kini

Tak sama dengan Bumi yang Engkau berikan kemarin

kemarin aku terpana indahnya rasi Pari

kemarin aku masih bisa melihat Orion di pagi hari

Saat ini bukannya dia tak ada

Tapi dia tersembunyi diantara gemerlap lainnya

Atau mungkin ada sesuatu yang ingin Engkau sampaikan saat ini?

(Dan awanpun bergerak perlahan menghamburkan gugusan bintang. Mengacaukan keindahan yang sejak tadi dating. Dan akupun tersenyum perlahan di tepi sungai mahakam)

Ya Allah….

Aku kini mengerti

Bukan bumi yang tak sama

Bukan langitnya yang berbeda

Ini hanya masalah mata

Yang seolah mengetahui semua

Aku paham Engkau lebih tahu

mana yang pantas untuk diperlihatkan kepadaku

dan mana yang belum saatnya terlihat oleh mataku

Kini saat hanya ada satu bintang,

izinkanlah aku memejamkan mata

dan percaya bahwa di balik gelapnya awan

masih ada ribuan bintang

karna semakin banyak banyak bintang

berarti semakin banyak harapan…

Read Full Post »

Puisi (jikustik)

Aku yang pernah engkau kuatkan
Aku yang pernah kau bangkitkan
Aku yang pernah kau beri rasa

Saat ku terjaga
Hingga ku terlelap nanti
Selama itu aku akan selalu mengingatmu

Reff:
Kapan lagi kutulis untukmu
Tulisan-tulisan indahku yang dulu
Pernah warnai dunia
Puisi terindah ku hanya untukmu

Mungkinkah kau kan kembali lagi
Menemaniku menulis lagi
Kita arungi bersama
Puisi terindahku hanya untukmu

Read Full Post »

Doa Untuk Ayah

Aku berdoa untuk seorang lelaki yang telah menjadi bagian hidupku
Seorang lelaki yang telah mengajarkanku bagaimana mencintaiMu
Seorang lelaki yang hadir dalam setiap doa setelah shalatku
Seorang lelaki yang meletakkan namaku dalam lantunan doanya untukMu
Seorang lelaki yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuku, Ibu, adik-kakakku, dan untukMu
Seorang lelaki yang selalu menasehatiku untuk membakar kelemahan dan kekuranganku
Seorang lelaki yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi sedihnya
Seorang lelaki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang lelaki yang menjadi pemimpinku di saat aku kehilangan arah
Seorang lelaki yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang lelaki yang selalu mengingatkanku akan mimpi besarku
Seorang lelaki yang menjadi pahlawan dalam keluargaku
Seorang lelaki yang ku ingin untuk mendampingiku menuju JannahMu
Dan aku berdoa untuknya
Berikanlah kekuatan kepadanya untuk melewati cobaanMu, agar ia mampu bangkit tiap kali badai menerpa
Berikanlah ia kehidupan yang mulia, sehingga ia dapat memuliakanMu
Berikanlah ia hati yang senantiasa ikhlas dan kuat menerima amanah-amanahMu
Berikanlah ia dada yang lapang, sehingga ia dapat sabar dalam mendidik anak titipan dari Mu
Berikanlah ia umur yang berkah, sehinga tiap detik waktunya tak sia-sia di mata Mu

“Allah  tidak  membebani  seseorang  melainkan  sesuai  dengan  kesanggupannya.  Ia mendapat  pahala  (dari  kebajikan)  yang  diusahakannya  dan  ia  mendapat  siksa  (dari kejahatan)  yang  dikerjakannya.  (Mereka  berdoa)  :”Ya  Tuhan  kami,  janganlah  Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)

“Apabila  seorang  anak  Adam  meninggal  dunia,  maka  amalnnya  terputus,  kecuali  3 macam,  yaitu  : harta  yang  diwakafkan,  ilmu  yang bermanfaat, atau anak  shaleh  yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)

Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang shaleh, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu.

Amiiinn….

Read Full Post »

Older Posts »