Antara Kuliah, Maisya, dan Aisyah

Dikirim Tulisan pada Agustus 3, 2008 oleh sandi

Kuliah, Maisya, dan aisyah, ketiga hal itulah yang sepertinya akhir-akhir ini banyak dibicarakan oleh mahasiswa yang sedang mengalami masa-masa puber atau kalau boleh meminjam katanya the Kiky mah “Ababil” atau ABG labil. Mahasiswa yang belum menyelesaikan ketiga urusan di atas agaknya kerap dihantui akan pilihan-pilihan yang kadang sulit untuk ditentukan karena menyangkut dengan masa depan mereka. Bayangkan saja, tanpa maisya rasanya kuliah merasa tertekan tiap bulannya karna masih harus meminta kepada orang tua. Kendati ada beberapa orang tua yang cukup paham saat diberi “sinyal” kekurangan, namun tetap saja rasanya malu saat 4 tahun (yang 4 mah) di bangku perkuliahan tidak bisa meringankan beban mereka. Tanpa maisya seorang mahasiswa juga rasanya sulit untuk melanjutkan hidup mencari Aisyah. Keluarga kan bukan hanya butuh cinta, tapi juga butuh makan. Nah..Untuk mencari maisya itu bisa dipermudah (relatif) saat kita mempunyai gelar selepas kuliah. Hasil yang didapatkanpun ‘umumnya’ lebih besar dibandingkan bekerja setelah lulus SLTA. Selain itu maisya juga bisa diperlancar dengan adanya Aisyah.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Dan yang lebih anehnya lagi, dengan adanya Aisyah kuliah juga bisa lebih ada yang menyemangati. Meskipun kayaknya mah makin repot aja karna belum tentu si Aisyahnya bisa menyemangati terus. Nah lho… Jika dihubung-hubungkan antara ketiga faktor tersebut maka akan terbentuklah segitiga yang terus berputar. Karna penulis orang teknik, maka dibuatlah sebuah model untuk menggambarkan siklus ketiganya,

Arti Sebuah Doa

Dikirim Tulisan pada Juli 21, 2008 oleh sandi

Pernahkah kita berdo`a untuk diri kita sendiri dan orang lain ?. Tentunya tidaklah terhitung bukan?. Dari ribuan doa yang kita panjatkan selama hidup tentunya kita tidak pernah tahu do`a siapa dan yang mana yang akan dikabulkan olehNya. Bahkan bisa jadi kenikmatan yang kita terima hari ini adalah buah do`a dari orang yang tidak kita duga sebelumnya. Sebagai contoh saya ingin berbagi sebuah cerita nyata yang pernah saya alami. Ceritanya begini (kayak di tipi2 aja ya..??haha) :

Seperti biasa, Bandung di Sabtu sore memang selalu saja penuh akan antrian panjang mobil-mobil berplat “B” yang berjejer sepanjang jalan raya di kota kembang ini. Tak jelas apa yang dicari dari para pendatang ini. Kadangkala hanya nongkrong-nongkrong ataupun belanja. Sebaliknya, orang-orang yang telah bermukim di Bandung justru malah lebih senang menghabiskan waktu di rumah pada akhir pekan. Tak berbeda dengan kebanyakan orang akupun lebih suka mengurung diri di kamar Asrama selepas pulang dari kampus.

Azan ashar menggema dari corong-corong atas masjid, mengingatkan bahwa selepas Ashar aku harus bergegas menuju DT untuk menuntut ilmu. Hal in aku lakukan karma aku telah mendaftarkan diri untuk mengikuti SSG (Santri Siap Guna) di pesantren milik Aa Gym tersebut. Dengan segera akupun berganti pakaian dan menyambar tas untuk berangkat. Tak lupa Nokia 2300 milikku pun kuletakkan di saku kanan celana panjang. Selepas Ashar di dekat asrama waktu menunjukkan pukul 15.30 waktu Nokia 2300 ku. Dengan segera akupun langsung berlari menuju angkot ungu Cisitu-Tegalega agar lebih cepat sampai di tujuan. Suasana di dalam angkot cukup penuh sehingga aku harus duduk sedikit berhimpitan di dalamnya.

Sampai di jl. Siliwangi akupun langsung bergegas turun untuk menaiki angkot selanjutnya, cicaheum-ledeng. Namun setelah cukup lama aku tunggu, angkot jurusan ledeng itu tak unjung jua tampak. Tak sabar menunggu akupun mencoba merogoh saku kanan celanaku untuk melihat jam pada Nokia 2300 ku. Namun ternyata HP biru itutak ada di celanaku, kucoba untuk mencarinya di dalam tas namun tentulah tidak akan kutemukan karena aku yakin aku meletakkannya di saku celana.

sesampainya di DT aku dengan segera meminjam HP ka maman untuk menghubungi nomorku. Berhubung pada waktu itu biaya telpon masih mahal maka aku hanya izin untuk numpang sms yang berbunyi ‘maaf hp saya tadi terjatuh, bagi yang menemukan hp saya mohon dikembalikan. Terima kasih’ Karma tak kunjjung juga di balas (ngarep bgt ya? Akhirnya kukembalikan hp milik temanku itu.

Selepas maghrib temanku menghampiri dengan wajah bingung seraya menunjukkan sms balasan yang berbunyi “maaf, hp kamu saya pinjam dulu ya. Tapi kayaknya buat aku aja deh. Aku doain supaya dapat yang baru dan lebih bagus”. Entah aku harus marah atau tertawa membaca sms tersebut, namun dengan segera kuucapkan “ammiiieeeen”.

Kini satu tahun telah berlalu sejak kehilangan tersebut. Alhamdulillah saat ini aku diberikan oleh seseorang hp yang lebih bagus dari nokia 2300ku yang dahulu.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah hp yang kini aku miliki adalah buah dari doa orang yang telah mengambil hku dulu? wallahu`alam.

Nah berhubung kita tidak pernah tahu doa mana yang akan dikabulkan oleh Allah, maka mulai sekarang kita harus lebih giat lagi untuk berdoa. Tidak hanya doa untuk diri kita dan saudara-saudara kita, namun kita juga harus berdoa untuk musuh-musuh kita. Bukankah dulu Rasulullah juga pernah berdoa agar diberi satu dari 2 Umar..?dan jadilah Umar bin Khatab menjadi seorang pembela Islam yang tangguh. Mari kita instropeksi lagi doa yang kita panjatkan. Selamat berdoa.

CERITA DI BALIK MUSDA KE-VI DAERAH V (MAKASSAR)

Dikirim Tulisan pada Juli 17, 2008 oleh sandi

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan,atas kehadirat Allah SWT…akhirnya musyawarah daerah ke-VI BKKMTKI daerah V telah terlaksana dengan cukup lancar. Ucapan terima kasih khususnya kepada keluarga besar Mahasiswa Teknik Kimia Universitas “45 sebagai Panitia Pelaksana yang dengan perjuangan telah menyukseskan kegiatan Musda ini, serta kepada semua rekan2 Mahasiswa Teknik Kimia se-Daerah V yang telah terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga seluruh daya dan upaya bernilai pahala di sisi Allah SWT.Amin… Berikut Kronologis Musyawarah Daerah ke-VI BKKMTKI Daerah V…

Makassar, Senin 09 Juni 2008 ; Pkl 08.00 Wita

Rangkaian acara di mulai dengan pembukaan yang diadakan di Universitas “45”. Acara di hadiri oleh delegasi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas “45” Makassar, Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP), Politeknik Negeri Ujung Pandang(PNUP), Politeknik Negeri Samarinda (POLNES), serta para pemerhati BKKMTKI. Dan acaranya dihadiri langsung oleh Pembantu Rektor II Univ “45 (yang sekaligus membuka secara resmi Musda ke-VI BKKMTKI daerah V),Pembantu Dekan I Fakultas teknik Univ “45 dan kepala jurusan teknik kimia Univ “45.

Rencananya, kegiatan Musda kali ini akan berlangsung selama 4 hari yang dimulai dari tanggal 09-12 juni 2008 di Bantimurung, Maros (salah satu daerah wisata di Sulawesi Selatan sekitar 60 km dari kota Makassar). Jadi setelah pembukaan, kami tinggal menunggu Sekretaris Jenderal BKKMTKI, Sandi Bayu Perwira yang menurut k’nurul akan datang mewakili pimpinan pusat BKKMTKI siang itu untuk berangkat ke lokasi musda tp sampai sore hari k’Sandi belum juga nyampe. Lucunya,k’Sandi cuma ngasih info pake baju biru bertuliskan Together ToGetHer, so pas ditanyain naik kapal apa? mba’ nurul gak tau…mba’ nurul jadi kwatir, jadi k’Sandi ditelp terus, sayangnya nomor Hp k’Sandi blom juga aktif… jadi kami hanya bisa menunggu dalam ketidakpastian dan kekhawatiran….

Akhirnya datang juga…, penantian kami tidak sia2 dan kekhawatiran kami tidak terbukti, menjelang maghrib HP k’sandi udah bisa di hubungi, dan katanya 30 menit lagi kapalnya akan merapat di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar…dan panitia pun segera menjemputnya dan dibawa menuju Univ “45. Setelah salam2an pukul 19.48 kami mulai berangkat ke bantimurung…dan tiba pukul 21.50.

Setibanya di sana,oleh panitia kami dipersilahkan untuk beristirahat sejenak sebelum sidang di buka… waktu yang singkat tersebut di gunakan untuk berkenalan, makan dan sholat…pukul 23.00 sidang di mulai….agendanya adalah pembacaan agenda sidang,kemudian di lanjutkan dengan pembacaan peraturan persidangan,…tak terasa waktu udah menunjukkan pukul 05.00 pagi…jadi forum sepakat agar rapat di pending ampe jam 10.00 pagi…

Bantimurung, Selasa 10 juni 2008 pukul 13.00 Wita

Persidangan baru dilanjutkan karena semua peserta tertidur pulas, agenda sidang dilanjutkan dengan pemilihan presidium sidang yang baru kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kriteria calon pimpinan daerah, kriteria calon tuan rumah rakorda dan musda selanjutnya…pukul 17.00 sidang di pending lagi sampai pukul 20.00 untuk istirahat,sholat dan makan sambil menunggu pimpinan daerah yang belum hadir karena sedang ada praktikum di kampus masing2 soalnya akan diadakan laporan pertanggungan jawab (LPJ) pimpinan daerah 2006-2008 selama menjabat…

Pukul 20.00 agenda sidang di lanjutkan dengan LPJ,akan tetapi dua diantara pimpinan daerah tersebut berhalangan hadir dan forum sepakat agar LPJ tetap di langsungkan. setelah masing-masing pimpinan daerah membacakan LPJnya dan menerima kritik dan saran serta pesan dan kesan dari forum, akhirnya laporan tersebut di terima juga dengan suara terbanyak…akhirnya sekda serta pimpinan daerah V BKKMTKI masa bakti 2006-2008 yang terdiri dari k’nurul(sekda + PD Pubkom),k’vice(PD sekor),k’irma(PD Danus),K’ade(PD HAL),k’babe(PD Pengmas),K’nini(PD Ristek), dan K’fitri(PD Diksi) resmi didemisionerkan!!!!

Agenda selanjutnya adalah pemilihan sekda daerah V BKKMTKI masa bakti 2008-2010…yang mencalonkan diri ada 2 orang, 1 wakil dari UMI yaitu hendra dan 1 wakil dari “45” adalah goris…tp sampe pukul 04.38 belum juga ada kata sepakat untuk memilih calon sekda, yang terjadi mereka berdua malah mengundurkan diri dengan alasan belum mengetahui secara luas tentang BKKMTKI, jadi sidang di tunda ampe sore hari setelah pemberian kuliah umum tentang BKKMTKI oleh k’sandi dan k’nurul selaku pengurus yang aktif di BKK.

Bantimurung, Rabu 11 Juni 2008 ; Pkl 13.30 Wita

Kuliah umum dimulai, k’sandi memaparkan secara umum tentang BKKMTKI, sekilas tambahan juga oleh k’nurul… kemudian tanya jawab. Kemudian break untuk menunaikan sholat ashar… kemudian dilanjutkan kembali dengan pemilihan sekda, kali ini goris kembali mencalonkan diri dengan 2 saingan yang berasal dari institusi yang sama dan 1 lagi dari UKIP Makassar, tetapi ketiga orang tersebut lengser karena tidak memenuhi satu persyaratan yang harus dipenuhi…so tersisa satu calon tunggal yaitu goris…setelah penyampaian visi dan misi, dan serangkaian pertanyaan dari forum maka terpilihlah Grogerius Liku Udjan sebagai sekda daerah V BKKMTKI masa bakti 2008-2010…

Pukul 20.00 setelah sholat isya dan makan. sidang dilanjutkan dengan agenda pemilihan calon pimpinan daerah…masing-masing institusi mengutus delegasinya untuk mencalonkan diri…setelah visi,misi dan serangkaian Tanya jawab dari forum maka terpilihlah pimpinan daerah V BKKMTKI masa bakti 2008-2010…yaitu hendra dari UMI (PD Pengmas),Wiro dari PNUP (PD Hal),Bagus dari POLNES Samarinda (PD Ristek), Ida,dari ”45”(PD Danus), Zie dari UMI(PD Diksi), dan Inchie dari UMI(PD Pubkom)…dan karena delegasi dari UKIP mengalami kecelakaan dan sudah tidak ada delegasi yang bisa mencalonkan dan dicalonkan, sedangkan pimpinan masih tersisa satu lagi maka PD Sekor di amanahkan kepada sekda yang terpilih, mengingat urusan PD sekor tak lepas dari tugas Sekda, jadi dianggap bisa sejalan…akhirnya penyumpahan pun dilaksanakan langsung oleh k’Sandi selaku sekretaris jenderal (sekjen) Pimpinan pusat BKKMTKI…

Akhirnya selesai juga rangkaian kegiatan dari musda ke VI daerah V BKKMTKI, selanjutnya adalah penutupan…dengan penyampaian pesan dan kesan dari setiap ketua himpunan masing-masing, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari ketua panitia kepada masing-masing peserta yang di wakili oleh ketua himpunan, masing-masing, sekjen, dan dkd…kegiatan tersebut di tutup dengan bernyanyi bersama, setiap delegasi menyumbang satu lagu untuk dinyanyikan bersama…untuk mengenang pertemuan singkat itu dan mengakrabkan kita sebagai insan teknik kimia yang nantinya akan sama-sama berjuang menjaga,memelihara dan memajukan BKKMTKI.

Berhubung karena kegiatan ini bertepatan dengan hari lahirnya himatek “45”…maka acara dilanjutkan dengan merayakan milad himatek “45”…kita sama2 menyanyikan selamat ulang Tahun, berdo’a bersama, makan kue ulang Tahun bersama…dan…entah kenapa dan siapa yang memulai akhirnya cream kue ulang Tahun tersebut di pakai untuk memoles wajah orang-orang yang hadir di tempat itu…kontan saja semua peserta pada lari berhamburan menyelamatkan diri…k’sandi tak terlepas dari intaian para peserta, mereka berusaha memoles cream sebanyak-banyaknya di wajah k’sandi…apalagi si Bagus dan ardi…wah…seru banget deh…

Bantimurung, Kamis 12 Juni 2008 ; Pkl 08.00 Wita

Sebelum kami meninggalkan bantimurung… panitia mengajak kami untuk berwisata ke pemandian alam bantimurung…menyaksikan indahnya ciptaan Allah swt, mendengarkan gemercik air terjun, melihat indahnya berbagai macam jenis kupu-kupu…dan merasakan dinginnya mandi langsung di bawah air terjun yang mengalir…(kebayang g’…???)

Pukul 16.00 kami bersiap siap untuk pulang ke Makassar…sambil menunggu pete’-pete’ (sebutan mobil angkutan umum di Makassar) yang akan menjemput…kami bercakap-cakap untuk lebih menambah keakraban yang telah terbina selama beberapa hari… akhirnya mobil yang ditunggu2pun datang, dan kamipun berangkat pulang kembali ke Makassar

Pukul 17.45 kamipun tiba di Makassar, selama di Makassar K’Sandi menginap di rumah K’Adi yang juga menjadi tempat tinggal sementara kami selama K’Sandi di Makassar…

Makassar, Jumat 13 juni 2008

Berhubung karena k’sandi dan Bagus (POLNES) masih beberapa hari lagi di Makassar, jadi kami PD baru bekerjasama dengan PD demisioner, pemerhati BKK dan para ketua himpunan daerah 5 mengadakan acara roadshow ke kampus-kampus… sekaligus memperkenalkan para PD yang baru terbentuk, agar bisa lebih akrab dan bekerja sama dengan baik nantinya…

Kampus yang pertama dikunjungi adalah Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), disana kami di sambut oleh anggota himpunan mahasiswa teknik kimia Poltek dan bertemu dengan ketua jurusan PNUP Ibu Swastanti Brotowati, beliau sempat berkomentar bahwa salut dengan anak2 BKKMTKI karena koordinasinya sangat bagus di setiap institusi, beliu juga berpesan supaya BKKMTKI bisa merangkul semua anggotanya supaya bisa lebih berkreasi dan inovatif dalam hal keteknikkimiaan.

Kunjungan kedua adalah Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP Makassar)…kami disambut oleh anggota himpunan setempat sambil bercakap-cakap dan berbagi cerita…kemudian kami diajak oleh K’ade(X PD HAL) ke “idola” katanya sich tempat nongkrong para PD demisioner… karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 jadi roadshow akan dilanjutkan besok hari, untuk mengisi kekosongan kami(k’ade, k’nurul, k’adi, hendra, k’Irma, zi and saya sendiri), mengajak k’sandi untuk mencicipi minuman khas org Makassar, Sarabba (sejenis minuman yang terbuat dari jahe and santan kelapa+gula merah) dan “temen2nya”… jadi bikin hangat di tenggorokan…..(asyk……!!!!!!). Pkl 22.15 kami kembali ke rumah…

Makassar, Sabtu 14 juni 2008

Roadshow dilanjutkan ke Universitas Muslim Indonesia(UMI)…(kampus gue nich…he…he…)…ba’da zhuhur kami berkumpul di sebuah ruangan yang sangat sederhana, dan karena ketua jurusan tekim UMI lagi tidak berada di tempat jadi beliau memberi amanah kepada k’Takdir Syarief, ST,MT selaku dosen ahli untuk menyambut anak2 BKK, Beliau menuturkan bangga dengan adanya BKKMTKI sebagai wadah insane teknik kimia yang bisa menyatukan calon angineer sejati yang tersebar di berbagai pulau di indonesia, pesan beliau agar BKKMTKI menjadi tempat generasi teknik kimia yang mempunyai semangat, kekuatan fisik dan mental yang siap bersaing ke depannya …setelah memperkenalkan PD yang baru terbentuk dan serangkaian Tanya jawab…rombongan nyebrang ke Universitas “45” (scara gitu, UMI and “45” tetanggaan….)

Universitas “45” ini adalah kampus terakhir yang akan dikunjungi, di sini kami di sambut hangat oleh pembantu dekan I Bpk Zulfikar Saiful, MT, beliau sangat senang dengan adanya BKKMTKI karena dengan begitu dapat saling bertukar informasi khususnya tentang keteknikkimiaan, belia pun berharap BKKMKI dapat menjadi tempat berbagi ilmu, sebagai wadah untuk menuangkan ide-ide kreatif yang sangat berguna untuk membangun bangsa utamanya dalam hal riset dan teknologi industri…setelah memperkenalkan PD yang baru terbentuk de el el…rupanya ada delegasi dari ukip atas nama Heny yang menawarkan untuk mengisi jabatan yang masih kosong…maka diadakanlah sidang luar biasa untuk mengangkatnya sebagai pimpinan daerah yang baru…dan lengkap sudah para pimpinan daerah yang baru periode 2008-2010…yaitu

1. Grogerius Liku Udjan (“45”) (PD V BKKMTKI sebagai sekda )

2. Bagus Prakoso (POLNES) (PD V BKKMTKI kor.bid Ristek)

3. Wiro Rahmat (PNUP) (PD V BKKMTKI kor.bid Hal)

4. Muh.Zulhendra AT (UMI)(PD V BKKMTKI Kor.bid Pengmas)

5. Alfrida (“45”) (PD V kor.bid Danus)

6. Darnengsih (UMI) (PD V BKKMTKI kor.bid Pubkom)

7. Henny Abaran (UKIP) (PD V BKKMTKI kor.bid Sekor)

8. Ziyadah husna (UMI) (PD V BKKMTKI kor.bid Diksi)

Akhirnya usai sudah acara roadshow ke kampus2…

Tapi, acara jalan2 tidak berhenti di situ aja…malamnya kami(K’nurul,k’Sandi, hendra, bagus, wiro, zie n aku juga) berkumpul di rumah k’adi untuk menikmati suasana malam di kota Makassar… mulai dari makan mie titi (makanan khas Makassar) + air tahu (yg ini pasti tau khan?)… kemudian ke Akkarena Tanjung Bunga (Lokasi wisata Makassar)… dan ke pantai losari (Ciri khas Makassar nich…) seru-seruan, narsis-narsisan, canda tawa… pokoknya having fun… pukul 2 dinihari kami baru balik ke rumah k’adi…

Makassar, Minggu 15 juni 2008

Teman kami Bagus Prakoso dari POLNES Samarinda udah harus balik ke Samarinda, jadi hari ini jalan2nya Cuma ber enam k’adi’ K’nurul, k’sandi, hendra, zie and saya sendiri…di ajak ma k’zakir(dosen UMI +pemerhati BKK) untuk makan seafood…di resto Lae-lae…dan karena tempat itu deket ma pantai losari…yo wis…kita jalan2 lagi ke pantai losari…abis itu di perjalanan pulang kami sempatkan bertandang ke acara “lomba lagu daerah” dan bertemu langsung dengan pak walikota Makassar yaitu Bapak Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, ST MM. Midnight baru kami kembali ke rumah k’adi…

Makassar, Senin 16 juni 2008

K’sandi datang ke UMI ada k’ adi n k’nurul juga… disana kami bertatap muka dengan k’ Zakir dan bersilaturrahmi dengan beliau… sore hari ba’da ashar… saya, k’nurul, zie, k’adi, k’sandi n hendra kembali berpetualang… sekarang tujuan kami adalah “balla lompoa” yang merupakan salah satu rumah adat Sulawesi Selatan yang terdapat di kab. Gowa sekitar 40 km dari kota Makassar… setelah berfoto ria di lokasi tersebut kamipun pulang kembali ke Makassar dan menyempatkan singgah buat makan malam di rumah makan Coto Makassar…

Setelah makan malam, k’Sandi di ajak untuk membeli oleh-oleh khas Makassar di Jalan Somba Opu… pusat oleh-oleh khas yang ada di Makassar…

Makassar, Selasa 17 juni 2008

Hari terakhir k’Sandi di Makassar…setelah ngucapin salam perpisahan…K’adi, K’nurul n hendra mengantarkan K’sandi ke pelabuhan… di tengah perjalanan rombongan menyempatkan singgah di Monumen Mandala yang merupakan monumen symbol pembebasan Irian Barat, setelah berfoto ria rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar…

Pukul 23.00 Wita akhirnya kapal Labobar yang ditumpangi k’Sandi berlabuh meninggalkan Makassar…

Nich… puisi k’sandi sebelum meninggalkan Makassar yang dikirimkan melalui SMS

“Berjuta bintang bersinar terang

Di atas pelabuhan…

Menemani dernyit “Labobar” yang perlahan

Tinggalkan tambatan…

Losari terbayang…

Bantimurung terkenang…

Membawa ingatan ke lautan

Pikiran yang dalam…

Beribu do’a dan terima kasih

Kuhaturkan…

Untukmu kawan…

Semoga Allah mempertemukan kita

Dalam keadaan yang lebih baik…”

From : Sandi (Makassar, Selasa 17 juni 2008 pukul 23:37:46 Wita).

Demikianlah gambaran singkat Musyawarah Daerah ke-VI BKKMTKI Daerah V kali ini, semoga kenangan ini tidak akan pernah terlupakan selalu terkenang sepanjang masa… Together ToGetHer…

Darnengsih “Inchie”

PD PUBKOM BKKMTKI DV

Inchie_dreamer@yahoo.com

Terima Kasih ya dah di buatin tulisan….Dah di pasang di WEB ko…

SEBUAH PERJALANAN (Part 1)

Dikirim Tulisan pada Juni 22, 2008 oleh sandi

Lolongan kereta telah menyatu dengan dernyit rel baja. Perlahan meninggalkan mentari yang masih belum sempurna meninggi. Cahaya bintang fajar telah pergi, menandakan bahwa sebuah perjalanan panjang telah melangkah bersama pagi. Arti. Aku kembali. Kembali mencari `sesuatu` yang telah lama lari.

Kiaracondong telah lama pergi, tinggal penjual asongan yang silih bergati, melewati gerbong Pasundan tanpa henti sambil menyanyikan lagu perjuangan yang berbeda-beda. Apapun bisa di jual di sini. Gerbong kereta tua ini. Mulai dari makanan seperti nasi bungkus, minuman botol, bahkan ada juga yang menjual do`a. Dengan berbekal satu-dua koin rupiah maka kita akan mendapatkan do`a langsung setelah transaksi dilakukan.

“Ngiiiit…”. Laju kereta terhenti lagi. Kali ini lokomotif telah sempurna meninggalkan Jawa Barat. Tak terasa ternyata aku telah tertidur selama 4 jam tanpa mimpi, tanpa kasur, tanpa bantal, tanpa berbaring, dan tanpa do`a. Rasanya badan ini terasa pegal sekali, mungkin ini akibat siklus harianku yang tak lagi menentu. Tiap malam begadang sampai subuh dan paginya berangkat lagi dan berulang mulai dari UAS sampai sekarang. Sepertinya nanti aku butuh seorang pendamping yang berprofesi sebagai dokter untuk menetralisir efek kebiasaan masa mudaku ini di masa tua nanti. (haha..becanda deng..tapi beneran jg gpp). Tapi rasanya mustahil, karna sampai sekarang tak ada satupun calon dokter yang akrab denganku. (haha…)

Hijau menghampar di kiri dan kananku. Menyiratkan subur dan makmurnya negeriku. Namun agaknya kemakmuran tersebut tidak berjalan beriringan dengan kemakmuran penanam dan rakyat yang hidup di atas tanah tersebut. Beberapa pertanyaan klasik timbul di benakku. Mengapa tanah yang subur ini tidak membawa kemakmuran bagi penghuninya?mengapa alam yang kaya tidak mampu membawa rakyatnya menjadi kaya?dan beberapa pertanyaan lain yang sudah berulang kali muncul. Tapi akhirnya aku sadar bahwa yang penting itu bagaimana kita menjawabnya bukan seberapa banyak kita mempertanyakannya. Kereta terhenti lagi di sebuah stasiun di Jawa Tengah. Akupun berlari ke toilet untuk berwudhu karna waktu zuhur telah datang. Tiba-tiba lonceng kereta berbunyi dan kereta perlahan meninggalkan stasiun. Akupun segera berlari mengejar kereta yang beranjak pergi. “Hup” dengan satu loncatan akhirnya aku berhasil memasuki pintu kereta yang beberapa detik kemudian kembali melaju dengan cepat.

“Dek jadi turun di mana?” sapa seorang Bapak teman ngobrolku sejak berangkat.

“kalau di ‘Sepanjang’ berhenti saya turun di sana Pak. Tapi kalau tidak berhenti ya berarti saya turun bareng Bapak di ‘Wonokromo”.

“Itu sebentar lagi sampai ‘sepanjang’, kayaknya berhenti” lanjut Bapak yagn memiliki dua anak tersebut.

Sesaat kemudian keretapun berhenti di st.Sepanjang Surabaya.

“saya duluan ya Pak!” seuntas senyum kulontarkan bersama kata-kata tersebut.

“Hati-hati dek” ujar Bapak itu sambil melambaikan tangannya ke arahku.

(Tips aman di kereta Api : Kenali sebanyak mungkin orang yang duduk di sekitarmu, SKSD aja. Dengan mengenal orang-orang yang ada di sana dan orang-orang di sana mengenalmu maka dengan sendirinya mereka akan turut menjagamu)

***

KM Labobar merapat diam di depanku. Berdiri dengan angkuhnya di atas hamparan karpet cair yang bergelombang tenang. Satu anak tangga kunaiki dengan do`a, disusul anak tangga lain yang mengantarkanku perlahan ke dalam kapal. Ketenangan yang terlihat dari luar ternyata tidak menggambarkan apa yang terjadi di dalam. Hiruk pikuk calo tempat tidur bersaing alot dengan pedagang saongan yang berteriak “kopi-kopi”, “rokok-rokok”, “pop mie” dll. Karna ini pengalaman pertamaku naik kapal akupun bertanya dimana kelas ekonomi dan bodohnya ternyata aku bertanya ke orang yang salah (calo). Jadilah aku mangsa empuk dari sistem transportasi masal yang kurang baik ini.

Sesampainyua di kapal akupun berkenalan dengan orang yang berada di kanan dan kiri tempat tidurku. Di sebelah kiriku ternyata adalah para perantau yang akan bekerja di sebuah perusahaan timah di makassar. Dia berangkat bersama 15 orang lainnya dari Surabaya, Malang, Lumajang, dan Lamongan dengan bantuan seorang mandor berumur setengah baya. Karena seringnya aku berinteraksi dengan orang-orang ini jadilah aku seperti orang ke 17 yang ingin merantau ke Makassar.

KM Labobar perlahan menjauh dari tambatan. Meninggalkan sudut kota pahlawan menuju ujung kota lain di seberang sana. Riak ombak terbelah sudut haluan kapal yang melaju cepat di atas lautan dalam. Cepat, namun tersamarkan. Dalam, namun ditenangkan.

Beberapa jam telah berlalu sejak kapal mulai berlayar tanpa layar (karna ini kapal mesin). Kurasa aku mulai dikenal dan mengenal orang yang ada di dek tempatku berada dan rasanya aku bisa mempercayai mereka. Akupun meninggalkan dek menuju buritan kapal. Subhanallah. Kanan-kiriku hanya ada laut diiringi soundtrack deru mesin dan riak air yang terbelah laju kapal. Sayang langit sedikit mendung, namun lama kelamaan bulan sabit rasanya mulai bisa menggantikan bintang yang tertutup awan. Setelah mencari tempat yang bagus untu menyendiri akhirnya akupun duduk menghadap ke laut. Terasa ketenangan mengalir di sekujur tubuhku waktu memandang jauh ke ujung lautan sana. Entah menghadap ke mana, entah ada apa, entah ada siapa. Perlahaan kubuka dan kubacakan kalimat-kalimatNya dan akupun terlarut dalam syahdunya suasana malam dan desir angin yang mengiris hati. (Ada beberapa rasa yang sulit dingkapkan dengan kata-kata, jadi silakan dirasakan sendiri ya..)

***

Pukul 18.00 keesokan harinya kapal sampai di Pelabuhan Makassar. Akupun turun dan mencari tempat untuk kemudian dijemput oleh kawan dari daerah 5 yang khawatir karena dari siang tidak sampai-sampai. (Harusnya kapal datang pukul 15.00)

Kebangkitan Pemuda dan Negeri yang Terlupa

Dikirim Tulisan pada Mei 21, 2008 oleh sandi

Pemuda memang memberikan sejarah yang panjang bagi perjalanan kehidupan bangsa Indonesia. mulai dari pembentukan organisasi “Boedi Oetomo” pada 20 Mei 1908 yang hingga sekarang diperingati sebagai hari kebangkitan nasional sampai pada 12 Mei 1998 yang telah membawa negeri Indonesia menuju era baru yang disebut sebagai era reformasi. Di tengah perjalanan pergerakan pemuda tersebut banyak hal yang telah tercatat dengan pena emas sejarah Indonesia. Pada awal 1908 keadaan bangsa sangat buruk dan selalu dianggap rendah oleh bangsa lain. Perilaku para pejabat pribumi yang biasa disebut pangreh praja kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan selalu berpihak kepada penjajah (Belanda) . Dilatari oleh keadaan tersebut maka Pada 20 Mei 1908 didirikanlah sebuah organisasi yang bernama “Boedi Oetomo” oleh beberapa orang pemuda yang bernama Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Berdirinya Budi Utomo inilah yang nantinya akan menjadi awal gerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Dua puluh tahun berlalu sejak didirikannya Boedi Oetomo tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, diadakan kongres pemuda II yang menghasilkan sumpah yang begitu kita kenal sampai saat ini yaitu “sumpah pemuda”. Sumpah yang mengajak seluruh pemuda untuk bersatu dalam tanah air, bahasa, dan berbangsa satu inipun akhirnya turut serta berperan membawa negeri ini menjadi negara yang merdeka di tangan pemuda yang bernama Soekarno yang menjadi proklamator di usianya yang telah memasuki kepala 4.

Kemerdekaan, kata soekarno, adalah jembatan emas yang akan mengantarkan rakyat kepada masyarakat adil dan makmur “gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja”. Namun apa boleh dikata, 20 tahun sejak dibacakannya naskah proklamasi di Jl. Pegangsaan Timur 56 itu masyarakat yang adil dan makmur tak kunjung jua tercapai, yang ada malahan inflasi yang naik secara eksponensial menembus orde ratusan persen disertai harga-harga sembako yang kian melejit tidak terjangkau oleh kalangan bawah. Berawal dari keterpurukan yang ada pada saat itu muncullah gerakan pemuda angkatan `65 yang membawa idealisme baru tentang bangsa ini melalui “Tritura”. Lembaran baru sebuah negeri kembali dibuka dengan sebuah era yang disebut sebagai “Orde Baru” dibawah pimpinan Soeharto.

Di bawah kepemimpinan Bapak Pembangunan ini Indonesia berubah menjadi negeri yang ‘aman dalam tekanan’. Ruang demokrasi yang ditutup disertai pembodohan dan pemiskinan masal berjalan selama 32 tahun lamanya. Pada masa ini hubungan Indonesia dengan negeri-negeri kapitalis berlangsung dengan asas “saling percaya”. Negeri kapitalis ‘dipercaya’ untuk mengeruk seluruh kekayaan alam negeri ini dan Indonesia ‘dipercaya’ memegang uang pinjaman dari negeri dan organisasi kapitalis. Hasilnya cukup ‘memuaskan’, Indonesia sebagai penghasil 25% timah, 7,2 % emas, dan 5,7% nikel dunia, hanya mendapatkan cipratan keuntungan kekayaan alam dan banjiran hutang. Bahkan pada tahun 1997 terjadi kesenjangan yang begitu besar, cadangan devisa Indonesia hanya mencapai 16,587 milyar dollar AS, sedangkan total kewajiban sebesar 39,197 milyar dollar AS. `Kegemilangan` orde baru ini akhirnya ditutup dengan pertumbuhan ekonomi sebesar -4% (pada April 1998 ) serta krisis multidimensi. Prestasi terbesar orde baru ini langsung saja disambut oleh pemuda di seluruh tanah air dengan demonstrasi besar-besaran dan menuntut untuk diadakannya “reformasi” yang turut mengakhiri masa kepemimpinan presiden RI ke-2.

Reformasi yang banyak didengungkan oleh para pemuda agaknya belum menyentuh seluruh lini pemerintahan hingga kini. Pemerintahan yang baru hanya sekedar berganti kepala tanpa berganti kebobrokan yang ada di dalamnya pemerataan ekonomi, pendidikan, dan kedudukan dalam hukum masih kalah jauh dibandingkan tingkat pemerataan korupsi yang awalnya berpusat di keluarga Cendana dan kroni dekatnya menjadi ke seluruh ‘cendana-cendana’ daerah. Pengerukan kekayaan alam oleh asing tetap saja dominan terjadi. Dalam sektor migas misalnya, dari 137 perusahaan migas yang ada di Indonesia hanya 20 yang merupakan perusahaan nasional. Meskipun pemasukan sektor migas mencapai 70-80 trilyun rupiah, namun itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan keuntungan sebesar 170 trilyun rupiah/tahun yang diraih exxon ke depannya di blok Cepu saja (detik.com 28 July 2006). Bahkan yang lebih hebatnya lagi UU PMA memberi izin hak guna usaha selama 95 tahun bagi para PMA, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dari pada angka harapan hidup rata-rata manusia di Indonesia (70 tahun).

Kini 100 tahun telah berlalu sejak cita-cita kebangkitan nasional dimulai lewat Boedi Oetomo. Keadaan Negeri yang disebut-sebut sebagai ‘zamrud khatulistiwa’ ini kian carut marut. Anak-anak negeri bertelanjang kaki mencari bongkahan emas negeri untuk diserahkan kepada perusahaan asing demi sesuap nasi. Pembodohan moral mewarnai televisi dan layar lebar negeri. Program WAJAR (wajib belajar) semakin hari rasanya berubah menjadi WAYAR (wajib membayar) akibat tingginya biaya pendidikan. Para pejabat berebut momen untuk mencari popularitas dengan ‘membuat album lagu’, menonton AAC, dan yang lebih parahnya lagi sampai ‘kencan’ dengan pemain dangdut. Para artis yang merasa lahan kerjanya diambilpun tak mau kalah dengan mencoba muncul dalam kancah dunia perpolitikan. Melihat keadaan seperti ini sepertinya tak banyak pemuda yang tergerak hatinya untuk memperbaiki keadaan bangsanya. Para pemuda sepertinya sedang memperebutkan sekoin perak dalam istana yang terbuat dari emas dengan memperebutkan gaji besar di perusahaan asing yang mengeruk kekayaan rumahnya sendiri. Pemikiran yang banyak berkembang hanya berpusat pada diri tanpa peduli pada negeri, sehingga membuat gerakan yang ada hanya bersifat parsial.

Jika keadaan ini berjalan terus menerus bukan tidak mungkin 10 tahun lagi Indonesia akan menjadi negeri yang sempurna dikuasai oleh asing dan hanya mampu menjadi kuli di rumah sendiri. Negeri ini akan seperti pengemis yang tidak sadar bahwa mangkuk yang ia gunakan terbuat dari emas. Agar semua itu tidak terjadi maka negeri ini harus benar-benar bangkit melalui pemudanya. Bukan sebagai pemuda Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, ataupun Sulawesi, tapi bangkit sebagai pemuda Indonesia. Seluruh pemuda tanah air haruslah bersatu dengan memindahkan kerangka berfikir yang berpusat pada diri menjadi berpusat pada negeri, agar negeri ini menjadi negeri yang sejahtera sesuai dengan kekayaan yang terkandung di dalamnya, agar negeri ini menjadi negeri yang besar sebesar jiwanya, serta agar negeri ini menjadi negeri yang maju beriringan dengan ketakwaannya kepada Tuhan YME. Bukankah Indonesia yang turut membantu melunasi hutang Belanda saat ia kalah pada perang dunia kedua?Bukankah Indonesia yang mempunyai garis pantai terpanjang di dunia?Bukankah Indonesia yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah dibandingkan negeri lain?bukankah Indonesia yang menjadi juara dunia saat Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil menjuarai International Physics Olympiad 2006 (IPhO 2006) di Singapura?Lantas tunggu apa lagi?.

“Bangkitlah negeriku

harapan itu masih ada

berjuanglah bangsaku

jalan itu masih terbentang”

(Shoutul Harokah)

Ditulis oleh :


Sandi Bayu Perwira

Sekretaris Jendral Badan Koordinasi Kegiatan

Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia